Forum Anti Buddha Bar
RSS icon Email icon Home icon
  • Buddha Milik Kita Semua

    Posted on April 2nd, 2009 fabb 15 comments

    Buddha Theravada tidak berhak untuk protes karena Patung Buddha yang ada di Buddha Bar adalah Buddha beraliran Mahayana - Liues Sungkharsima (Dewan pembina Gemabudhi)

    Namo Sanghyang Adhi Buddhaya
    Namo Buddhaya Tatagatahya
    Namo Bodhisatvaya Mahastvaya

    Salam sejahtera untuk kita semua umat Buddha di Indonesia…

    Sungguh sangat tragis kondisi yang menimpa kita umat Buddha Indonesia, saat kondisi kita secara internal masih perlu berbenah baik dalam hal kuantitas dan kualitas, kita malah dihadapkan pada konflik internal yang hanya di cangkoki oleh beberapa oknum mahluk (manusia-manusia) yang mungkin saja KTP nya Buddhis tapi bukan beragama Buddha. Beragama Buddha berarti tahu esensi ajaranya, tahu sifat ke-universalannya dan cara berfikir kita yang melihat sesuatu dengan penuh perhatian dan apa adanya.

    Beberapa waktu yang lalu media dan umat Buddha di Indonesia dan bahkan di seluruh dunia, dan semua makhluk di semua dimensi alam kehidupan (Bhumi) di kagetkan dengan release di Media tentang statement yang utarakan oleh Liues Sungkharsima (Dewan pembina Gemabudhi), yang konon orang ini berprofesi sebagi broker terkenal dengan trak record yang lumayan buruk baik di kalangan umat Buddha dan di kalangan masyarakat, serta beberapa tokoh seperti Budiman Sudharma, Ronny dan oknum anggota Sangha yang secara sadar dan tidak sadar (haha..Anggota Sangha bukanya selalu membina kesadaran ya?) telah berkontribusi untuk “PRO” dengan keberadaan Buddha Bar yang sudah sangat jelas-jelas suatu penghinaan, penistaan terhadap agama Buddha.

    Salah satu Pendapat Lieus yang mungkin anak sekolah minggu saja tertawa kalu membacanya yaitu Umat “Buddha Theravada tidak berhak untuk protes karena Patung Buddha yang ada di Buddha Bar adalah Buddha beraliran Mahayana”. Sungguh Kerdil dan ceteknya pemahamam seorang Ketua Dewan Pembina Gemabudhi ini (pantesan Organisasinya gak bisa berkembang) tentang Buddha dan Ke-Buddhaan. Tidak ada satu doktrin pun yang mengatakan bahwa Buddha punya “aliran” (kalau aliran duit kali si Lieus paham?). Esensi dari Tubuh Buddha adalah satu yaitu “Tubuh Kebenaran” “Nirmanakaya”, jadi apapun bentuk tubuh Buddha dalam sebuah Rupang (patung) bukan merupakan pembedaan, agama Buddha di Indonesia adalah satu!

    So, apabila Patung berukirkan Thailand (Theravada) di pajang di Panti Pijat sebagai ornamen, apakah umat Buddha Mahayana, Tantrayana, Maitreya, Kasogatan, Niciren, TriDharma, dll gak berhak protes? Apakah sense bagi seorang Buddhis hanya diukur dari simbol patung? Keliru, Lius Sungkharisma dan Gemabuddhi harus banyak-banyak baca Sutta, dan Sutra sebelum release ke Media agar terkesan lebih intelektual. Malu dong, seorang tokoh seperti anda berbicara tanpa landasan teoritis dan empiris yang lengkap.

    Umat Buddha khususnya Theravada berhak Protes kepada Liues Sungkharisma, karena dengan pendapatnya seolah-olah menyempitkan pandangan kita tentang agama Buddha secara nasional. Satu simbol agama Buddha di Lecehkan berarti pukulan bagi semua elemen Buddhis (*kecuali Gemabudhi). Hukum karma pasti berlaku, Kerap kali renungkanlah “Dhammaniyama” siapa yang menabur, dia yang memetik.

    Buddha Bar Harus Tutup atau Ganti Nama!
    Kalau tidak di Negeri Ini, hukum telah padam. Tidak ubahnya seperti Hukum Rimba dengan Power Show-off.
    Terus Berjuang FABB.
    Para Bodhisatva, Para Dewa pasti mendukung kita yang membela kesucian…

    Saddhu..saddhu…saddhu…
    Om Ah Hum
    Namo Amithaba

    Pendukung FABB

     

    15 responses to “Buddha Milik Kita Semua”

    1. yup…sebuah pernyataan yg tolol menurut saya… Jika ada kata-kata Sidharta, Budha yg hidup, pernah menyatakan dirinya seorang mahayana, atau theravada…

      Ya sudahlah, ga usah dipersoalkan dan dipermasalahkan…Personally, i think that was stupid statement from stupid person…

    2. Please !!!

      Masih ada orang yang berpikiran kerdil..membaca komentar/statement yang diutarakan Liues saja saya mau ketawa…bagaimana mungkin orang seperti Liues bisa memberikan komentar yang bisa memecah belah agama Buddha ? Buddha itu cuma satu hanya kita sebagai manusia yang suka mengkotak-kotakan ajaran Sang Buddha sehingga menjadi beberapa aliran…Saya setuju dengan pendapat Willyandi, yang menyatakan bahwa Sang Buddha sendiri tidak pernah menyatakan dirinya Buddha Mahayana atau Buddha Theravada..

    3. L S (D p G), BS, R adalah reinkarnasi Devadatta,kita doain keluarga mereka jangan punya sifat2 mengikuti mrk….kasihan Nekara Avicci sedang menunggu keluarga mereka.

    4. Lieus Sungkharisma tu siapa sich??
      Hebat Banget dia…

    5. sungguh memalukan ada seorang yang mengaku tokoh dewan pembina satu organisasi budhis seperti Lius S bisa mengeluarkan statement spt itu. apa didalam Gemabudhi tidak ada tokoh yg lebih baik pengetahuan ttg agama Budha utk menjadi dewan pembina nya?

    6. GEMABUDHI = GEnerasi Mengaku Agama Buddha Untuk Duit Haram Indonesia.

      Umat Buddha di Tangerang sudah mengucilkan kegiatan yang ditunggangi oleh Antek-Antek GEMABUDHI.Daerah mana lagi mau menyusul…….

      Kalau organisasinya tidak memiliki legitimasi, pasti sang BROKER tidak akan laku dijual.

    7. Saya Liues Sontoloyo,Buddha Theravada tidak berhak protes dan selanjutnya saya akan seragami karyawan Buddha bar dengan jubah Bhikku Mahayana juga kepala mereka saya gundulin sebagai rasa terima kasih saya kepada guru2 dhamma ku.
      Dan guru2 ku akan senang menlihat para karyawan yang berseragam jubah menuang Miras kepada tamu bar dan menuntun PSK sambil memperkenalkan pada tamu2 hidung berang asyiiiiik.
      Dan saya yakin dengan begini saya(Liues Sontoloyo) bersama teman saya Budiman Sontoloyo akan terlahir di alam Surga Avicci.
      MAMTAP

    8. Udah gak usah dengerin si Lius, ngapain kita ngurusin orang goblok, yang gak punya otak dan hati. Agama sendiri dijual, masih ngaku suci lagi. Lebih parah dari Devadatta, jadi nerakanya bukan avicci lagi, tapi nerakanya khusus buat dia doang. Mari teman-teman kita berdoa setiap datang ke vihara agar para dewa dan makhluk suci lainnya membantu kita dengan menggerakkan seluruh patung yang ada didalam Buddha bar pada saat pengunjung ramai, biar benar - benar jadi Bu-Bar.

    9. sebagai umat buddha tetap menolak kehadiran BB, karena telah menistakan kesucian keyakinan kami. Bung Lius, disarankan lebih intropeksi diri, hening sejenak, mendengarkan suara aspirasi umat buddha

    10. Sdr Lius dahulu tidak selesai belajar agamanya, jadi kita harus memakluminya. lah dia cuma belajar tentang agama buddha ada 7 aliran. jadi tahunya cuma segitu saja.
      kita patut kasihan dan kita jangan berbuat karma buruk.
      mettacitena.

    11. BUDDHA bukan milik Theravada maupun Mahayana Buddha milik kita semua dan Buddha berada dalam diri kita semua, adalah alasan yang sangat picik dan dibuat-buat, serta menghasut seolah2 Mahayana setuju dengan BB…TIDAK…KAMI DARI MAHAYANA JUGA TOLAK BUDDHA BAR..BUBARKAN BUDDHA bar….Jangan terhasut dengan si luis itu teman2 sedharma…Omithofo..Semoga Buddha Memberkati kita semua dalam usaha membubarkan Buddha Bar ini.

    12. Liues Sungkharsima, Budiman Sudharma, Ronny dan oknum anggota Sangha yang PRO BB adalah BISNISMAN KAMPUNGAN berotak buntu. Mereka gak tau lagi mau usaha apa dijaman krisis ini. So mereka ambil jalan sesat. Mereka pasang badan mewakili “Umat Buddha” yang pro BB. YANG PENTING DAPAT JATAH BULANAN.

      Liues Sungkharsima, Budiman Sudharma, Ronny dan oknum anggota Sangha yang PRO BB adalah kumpulan manusia tidak bermutu.

      JANGAN PERNAH NGAKU2 MEWAKILI UMAT BUDDHA !!!
      GW gak kenal tuh ama elo orang.

      JANGAN TERHASUT POLITIK PRO DAN KONTRA !!!
      Semua Umat Buddha Indonesia MENOLAK BUDDHA BAR. TIDAK PERNAH ADA YANG SETUJU BUDDHA BAR.

    13. Setuju

    14. Kita harus saling menghormati, pendapat saya harus ganti nama, oke

    15. BETULL TUH KATA” SAUDARA holla .
      ANDA MAKAN AJA UANG HARAM ANDA..
      DAN NIKMATI JATAH ANDA DI “NERAKA”

    Leave a reply