Forum Anti Buddha Bar
RSS icon Email icon Home icon

Fabb Indonesia's Profile
Fabb Indonesia's Facebook profile

  • Penurunan Buddha Bar Solusi Menggembirakan

    Posted on April 22nd, 2009 johny No comments
    Selasa, 21 April 2009 15:46 WIB
    JAKARTA–MI: Dirjen Bimas Budha Departemen Agama Budi Setiawan mengatakan, penurunan papan nama Buddha Bar oleh pihak manajemen merupakan solusi yang menggembirakan.

    “Ini merupakan solusi yang sangat menggembirakan karena pihak Buddha Bar menurunkan papan nama dan menggantinya dengan nama yang tidak ada hubungannya dengan agama Budha,” kata Budi kepada wartawan di Jakarta, Selasa (21/4).

    Pihak manajemen Buddha Bar pada Selasa telah memutuskan untuk menurunkan papan nama dan menggantinya dengan nama gedung aslinya yaitu Bataviasche Kunstkring.

    Budi menjelaskan Departemen Agama sangat menghargai dan mengapresiasi dengan keputusan penurunan nama tersebut. Selain itu, ia juga mengemukakan rasa syukurnya karena persoalan Buddha Bar itu dapat diselesaikan dengan cara-cara yang arif dan bijaksana. “Tidak ada persoalan yang tidak bisa diselesaikan dengan kearifan,” kata Budi,

    Sementara itu, Manajer Operasional Buddha Bar Henry Marheroso mengatakan, keputusan penggantian nama tersebut bukan merupakan hasil dari tekanan pihak mana pun. “Penurunan papan nama Buddha Bar itu sebagai bentuk penghormatan manajemen terhadap Menteri Agama Maftuh Basyuni,” katanya.

    Dengan penurunan papan nama tersebut, menurut dia, maka segala permasalahan yang terkait dengan manajemen yang ada akan diselaraskan melalui kebijakan dari pemerintah dalam hal ini Menteri Agama. Henry juga menuturkan, pembangunan Buddha Bar tidak ada niat sedikit pun untuk melukai umat Budha di Indonesia.

    Sebelumnya, berbagai kelompok yang tergabung dalam Forum Anti Buddha Bar berunjuk rasa menuntut penggantian nama restoran tersebut karena dinilai melecehkan nilai-nilai penghormatan kepada agama Buddha.

    Buddha Bar dibangun di dalam Gedung eks Kantor Imigrasi (Bataviasche Kunstkring) di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat. Gedung yang merupakan bangunan bersejarah itu dibangun sejak 1913 dan merupakan karya dari arsitek Belanda Pieter Adriaan Jacobus Moojen. (Ant/OL-01)

    Sumber:

    http://www.mediaindonesia.com/read/2009/04/04/70920/91/14/Penurunan-Buddha-Bar-Solusi-Menggembirakan

  • Papan Buddha Bar Siap Diturunkan

    Posted on April 6th, 2009 fabb 2 comments

    By Republika Newsroom

    JAKARTA– Setelah melalui proses panjang, akhirnya pihak manajemen Buddha Bar menyatakan bersedia menurunkan papan nama dan mengganti dengan nama lain tempat hiburan yang berpusat di Jalan Teuku Umar No.1 Jakarta Pusat, paling lambat pada 9 April 2009.

    Pemilik Buddha Bar, Djan Farid menyatakan bersedia mengganti nama, kata Dirjen Bimbingan Masyarakat Buddha, Budi Setiawan di Jakarta, Senin.

    Sebelumnya Budi mengatakan ikut mendampingi Menteri Agama Muhammad Maftuh Basyuni ketika menerima kunjungan pengusaha dan pemilik Buddha Bar, Djan Farid, pada Senin siang.

    Dalam pertemuan dengan Menteri Agama tersebut, Djan menegaskan bersedia menurunkan papan nama dan mengganti nama Buddha Bar dengan nama lain yang tidak menggunakan agama Buddha.

    “Djan Farid siap mengganti nama Buddha Bar dengan nama lain tanpa menyebut nama Buddha,” katanya.

    Pertemuan tersebut memiliki arti penting bagi bagi umat Buddha dan khususnya Indonesia karena persoalan umat di negeri ini dapat diselesaikan dengan cara yang baik, kata Budi.

    Menteri Agama Maftuh Basyuni menyambut gembira karena keharmonisan bagi internal umat Buddha dapat terpelihara dengan baik pula, kata Budi mengutip ucapan Maftuh Basyuni.

    Persoalan tempat hiburan Buddha Bar mencuat menyusul adanya protes umat Buddha di tanah air, karena tempat hiburan itu menggunakan simbol agama Buddha. Mereka menilai manajemen Buddha Bar - yang memiliki kantor pusat di Paris, Perancis - telah melecehkan agama Buddha.

    Secara kronologis, Budi menjelaskan upaya yang ditempuh untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Pada Jumat (3/4), Menteri Agama menerima pimpinan dan ketua organisasi Sangha, Majelis Agama Buddha yang bergabung dalam wadah Forum Anti Buddha Bar (FABB) di Departemen Agama.

    Pada kesempatan itu mereka menyatakan sikap menolak kehadiran Buddha Bar di Indonesia dan minta kesediaan Menteri Agama menyelesaikan hal tersebut. Maftuh pada saat itu menyatakan bersedia menyelesaikan Buddha Bar secara bijak tanpa ada yang merasa dirugikan.

    Barulah pada Senin (6/4), Menteri Agama bertemu dengan pemilik Buddha Bar, Djan Farid untuk memberikan keterangan secara rinci yang pada akhirnya bersedia mengubah nama Buddha Bar tersebut. ant/pur