Forum Anti Buddha Bar

Forum Anti Buddha Bar
RSS icon Email icon Home icon

Fabb Indonesia's Profile
Fabb Indonesia's Facebook profile

  • Dewan Jakarta Didesak Segera Selesaikan Kasus Buddha Bar

    Posted on March 31st, 2009 johny No comments

    Senin, 30 Maret 2009 | 11:42 WIB

    TEMPO Interaktif, Jakarta: Ratusan orang dari Kesatuan Umat Beragama berunjuk rasa menolak Buddha Bar di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta, Senin (30/3). Kelompok tersebut meminta Dewan segera menyelesaikan kasus tersebut.

    “Kami mengajak seluruh umat beragama menolak komersialisasi agama,” kata Eko Nugroho, koordinator unjuk rasa di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta, Senin (30/3).

    Selain massa dari unsur agama Buddha seperti Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia (Hikmah Budhi), unjuk rasa juga diikuti oleh massa dari agama lain di antaranya Gerakan Pemuda Anshor, Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia, Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia, dan Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia.

    Buddha Bar adalah nama sebuah bar di Jalan Teuku Umar Nomor 1 Menteng di Jakarta Pusat. Nama Buddha yang dipakai untuk usaha berupa bar menyinggung perasaan Umat Buddha. Umat Buddha menilai hal ini merupakan penistaan agama. Sebelumnya, umat Buddha sudah berkali-kali menggelar unjuk rasa di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. Anggota Dewan yang menerima pengunjuk rasa pun sudah berjanji akan menyelesaikan masalah Buddha Bar.

    Menurut Eko, yang juga mewakili unsur Hikmah Budhi, pihaknya datang ke kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah untuk menagih janji tindak lanjut penyelesaian masalah Buddha Bar. “Sudah satu bulan bekerja, kami melihat belum ada hasilnya,” ujarnya.

    Eko mengungkapkan pihaknya akan memberikan waktu hingga usai Pemilihan Umum untuk melihat kinerja Dewan untuk mengatasi masalah Buddha Bar ini. “Kami ingin dalam jangka waktu tersebut, Buddha Bar harus ditutup dan ornamen Buddha dikeluarkan,” ujar Alay, salah satu peserta unjuk rasa.

    Bila tuntutannya tidak dipenuhi, menurut Eko, massa umat Buddha akan datang lagi untuk berunjuk rasa. “Kami juga akan mengundang umat Buddha dari luar wilayah Jabodetabek,” kata dia.

    Sampai saat ini, perwakilan pengunjuk rasa masih menunggu anggota Dewan yang akan menerima mereka. Sementara di luar gedung, massa yang berunjuk rasa memakan sebagian badan jalan sehingga lalu lintas di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah sedikit tersendat.

    EKA UTAMI APRILIA

    Sumber:
    http://tempointeraktif.com/hg/tata_kota/2009/03/30/brk,20090330-167211,id.html

  • Kedubes Prancis Janji Peringatkan Pengusaha Buddha Bar

    Posted on March 31st, 2009 johny No comments

    Senin, 30/03/2009 13:53 WIB

    Novi Christiastuti Adiputri - detikNews

    Jakarta
    - Pendemo Antibuddha Bar akhirnya ditemui pihak Kedubes Prancis. Dalam pertemuan itu, staf Kedubes Prancis berjanji akan memberikan peringatan kepada pengusaha Buddha Bar.

    “Pemerintah Prancis menjanjikan akan memperingatkan pengusaha-pengusaha bahwa Buddha Bar menggangu hubungan antar negara,” kata koordinator pengunjuk rasa Eko Nugroho usai diterima pihak Kedubes Prancis, di Kedubes Prancis, Jl Sunda, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (30/3/2009).

    Pihak pendemo Buddha Bar bertemu dengan salah seorang staf Kedubes bernama Roux. Pendemo dipersilakan melalui jalur hukum internasional bila ingin mengajukan tuntutan. “Pemerintah Prancis tidak terlibat, ini urusan pengusaha Prancis,” jelas Eko.

    Eko menjelaskan, rencananya mereka juga akan melanjutkan persoalan ini ke PBB. Pertemuan dengan Kedubes Prancis dilakukan selama 1 jam sejak pukul 12.00 WIB.

    Kemudian sekitar 500 orang pendemo ini bergerak menuju kantor Dinas Pariwisata, untuk berunjuk rasa mengenai pemberian izin gedung cagar budaya menjadi restoran. “Kita meminta pertanggungjawaban atas izin Buddha Bar,” tambahnya.

    Selain itu mereka juga mempersoalkan ucapan Kepala Dinas Pariwisata Arie Budiman di salah satu media yang justru mengartikan bar sebagai tiang. “Jadi dia menganggap Buddha Bar itu tiang Buddha. Maksudnya apa itu?” tutupnya.

    (ndr/iy)

    Sumber:
    http://www.detiknews.com/read/2009/03/30/135305/1107123/10/kedubes-prancis-janji-peringatkan-pengusaha-buddha-bar

  • Penggantian Nama Buddha Bar Tergantung Ditjen HAKI

    Posted on March 31st, 2009 johny No comments

    Senin, 30/03/2009 16:56 WIB

    Novia Christiastuti Adipura - detikNews

    Jakarta - Ratusan pendemo anti-Buddha Bar mendatangi Kantor Dinas Pariwisata Jakarta Selatan. Mereka meminta nama dan izin Buddha Bar dicabut.

    Namun soal penggantian nama Buddha Bar, Pihak Dinas Pariwisata mengaku tidak punya wewenang. Penentang Buddha Bar diminta untuk mengadukannya ke Ditjen HAKI.

    “Nama Buddha Bar telah disahkan oleh Ditjen HAKI. Kami berada di posisi hilir. Persyaratan hukum telah disetujui,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Jakarta Selatan, Ari Budiman di kantornya, Jl Mampang Prapatan, Jakarta, Senin (30/3/2009).

    Menurut Ari, kalau ada keberatan soal nama merek dagang, pihak Ditjen HAKI-lah yang berwenang menanganinya.

    “Bukan kewenangan kami untuk mencabut nama dan izin. Kalau ada keberatan merek dagang, tolong disampaikan kepada HAKI. Mari mengedepankan unjuk rasio, bukan unjuk rasa,” imbuhnya.

    Ari juga menjelaskan soal izin Buddha Bar saat awal diberikan dulu. “Kenapa keluarkan izin Buddha Bar. Bar yang dimaksudkan ini bahwa Buddha Bar ini adalah penyangga Buddha, dan izinnya ini adalah restoran dan gallery. Jadi ini kesatuan,” ujar Ari.

    (anw/iy)

    Sumber:
    http://www.detiknews.com/read/2009/03/30/165633/1107324/10/penggantian-nama-buddha-bar-tergantung-ditjen-haki

  • Biksu Tebar Dupa di Buddha Bar

    Posted on March 31st, 2009 johny No comments

    Senin, 30/03/2009 18:29 WIB

    Novi Christiastuti Adiputri - detikNews

    Jakarta - Massa anti Buddha Bar kembali menyambangi Buddha Bar. Kali ini mereka melakukan aksi seremonial. Mereka menyebar dupa di setiap sudut halaman tempat nongkrong kaum elit terserbut.

    Pantauan detikcom, Senin (30/3/2009) sore di Jl Teuku Umar, Menteng, Jakarta, dipimpin Biksu Gunabadra, dupa disebar pendemo. Selain itu, mereka juga membaca mantra yang mendoakan oknum-oknum yang mengatasnamakan umat Buddha dan memberi izin pendirian Buddha Bar.

    Aksi ini juga diikuti beberapa orang perwakilan agama, baik dari kalangan Islam maupun Kristen.

    “Kalau permintaan kita tidak ditanggapi kita akan menyomasi presiden,” kata kuasa hukum pendemo, Sumadyo Sunardjo.

    Setelah melakukan aksi tersebut, tidak lama mereka membubarkan diri dan akan berupaya menempuh langkah hukum.

    (ndr/nrl)

    Sumber:
    http://www.detiknews.com/read/2009/03/30/182910/1107385/10/biksu-tebar-dupa-di-buddha-bar

  • Tolak Buddha Bar, Ratusan Orang Demo DPRD DKI

    Posted on March 30th, 2009 johny No comments

    Senin, 30/03/2009 11:24 WIB

    Novi Christiastuti Adiputri - detikNews

    Jakarta - Sekitar 500 orang yang menamakan dirinya Forum Kebangsaan Pemuda Indonesia (FKPI) mendemo kantor DPRD DKI Jakarta. Mereka menuntut penutupan Buddha Bar

    Massa berkerumun di depan pintu masuk DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Senin (30/3/2009) pukul 11.00 WIB. Mereka mengenakan ikat kepala kuning bertuliskan ‘Tolak Buddha Bar’. Selain ikat kepala para demonstran juga membawa spanduk bertuliskan ‘Bubarkan Buddha Bar’ dan ‘Tolak Penistaan Agama’.

    FKPI merupakan gabungan dari sejumlah organisasi masyarakat (ormas) antara lain Hikmah Budhi (ormas umat Buddha), PMII HMI, GMKI, GMNI dan IPNU.

    Massa FKPI datang menggunakan 4 mobil bus pariwisata. Mereka memadati dua lajur jalan di depan gedung DPRD. Akibatnya lalu lintas dari Jl Sudirman menuju Senen terhambat.

    Saat ini massa masih berkerumun di depan Dedung DPRD DKI. Mereka meminta bertemu dengan komisi E DPRD yang membawahi masalah agama.

    (nal/iy)

    Sumber:
    http://www.detiknews.com/read/2009/03/30/112401/1107004/10/tolak-buddha-bar-ratusan-orang-demo-dprd-dki

  • Buddha Bar Kembali Didemo

    Posted on March 30th, 2009 johny No comments

    Senin, 30/03/2009 06:00 WIB
    Muhammad Taufiqqurahman - detikNews

    Jakarta - Selain dipenuhi hingar bingar perayaan kampanye oleh para parpol, aksi unjuk rasa juga masih menghiasi kota Jakarta. Sasaran aksi pertama adalah restoran Buddha Bar.

    Berdasarkan data Traffic Management Centre (TMC) Polda Metro Jaya, Senin (30/3/2009), aksi akan dimotori oleh Kesatuan Aksi Umat Beragama Tolak Buddha Bar. Rencananya, unjuk rasa akan digelar di 4 lokasi.

    Aksi akan dimulai pukul 10:00 WIB, di kantor DPRD DKI Jakarta, Jl Kebon Sirih, Jaksel. Kemudian, massa akan bergerak ke Kantor Kedubes Perancis dan kantor Dinas Pariwisata DKI Jakarta. Aksi rencananya akan ditutup di Buddha Bar, Jl Teuku Umar, Menteng, Jakpus.

    Selain itu, aksi unjuk rasa juga akan dilakukan di depan kantor kementerian BUMN di Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. Aksi akan digelar pada pukul 09.00 WIB oleh massa aksi Serikat Pekerja PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari.

    Aksi ketiga akan berlangsung di depan kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) di jalan Imam Bonjol Jakarta Pusat pada pukul 11.00 WIB. (fiq/mad)

    Sumber:
    http://www.detiknews.com/read/2009/03/30/060026/1106853/10/buddha-bar-kembali-didemo

  • Penutupan Buddha Bar

    Posted on March 27th, 2009 fabb No comments

    Medan, (Analisa)

    PDI Perjuangan secara tegas mendukung penutupan Buddha Bar yang saat ini masih terus mendapatkan protes dari umat Buddha.Dukungan itu secara gamblang disampaikan Ketua DPP PDI Perjuangan yang juga ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara Panda Nababan ketika menjadi pembicara dalam seminar Politik versus Ekonomi di Exchange Club, Selasa (17/3) malam.

    “PDI-Perjuangan secara tegas mendukung penutupan Buddha Bar, meski ada isu adanya keterlibatan putri Ketua umum kami”, tegas Panda Nababan.
    Lebih lanjut Panda Nababan mengatakan,keyakinan tidak terlibatnya Puan Maharani dalam usaha tersebut ia peroleh sejak tiga bulan lalu,ketika isu tentang keterlibatan Puan mencuat ke permukaan.Kepastian itu, kata Panda ia peroleh dari Taufik Kiemas, ayah Puan Maharani yang juga ketua dewan pertimbangan Pemilu DPP PDI-Perjuangan.

    “Jadi,dari hasil pembicaraan saya dengan Taufik,saya yakinkan bahwa Puan tidak terlibat.Nama Puan muncul karena anak seorang pejabat dan pimpinan salah satu parpol sengaja menggunakan nama Puan untuk memuluskan rencana pembukaan usaha itu”, tambah Panda yang merupakan caleg nomor 1 PDI Perjuangan untuk Dapil Sumut 1.

    Panda Nababan yang berbicara didampingi bendahara DPD PDI Perjuangan Sofyan Tan mengatakan, penggunaan empat agama yakni Islam,Kristen, Buddha dan Hindu dalam setiap acara menunjukkan kalau PDI Perjuangan mencintai keberagaman.
    Buddha Bar yang berlokasi di kawasan Menteng Jakarta Pusat diprotes ribuan umat Buddha di Indonesia. Protes itu disebabkan,umat Buddha tidak terima simbol agama dijadikan nama lokasi hiburan.(rel/maf)

    Sumber:
    http://www.analisadaily.com/index.php?option=com_content&view=article&id=10263:penutupan-buddha-bar&catid=234:medan&Itemid=213

  • Budha Bar

    Posted on March 27th, 2009 fabb No comments

    Budha Bar ..oh Buddha Bar..

    Buddha Bar adalah sebuah BAR
    tempat orang melepas lapar
    ada minuman pelemah sadar
    tempat ngumpul orang bar bar

    Buddha Bar..oh Buddha Bar,
    Bikin umat Buddha jadi gusar
    Karena simbol Guru Yang Tersadar
    ada di tempat orang bar-bar

    Para pejabat tolong donk sadar
    jangan karena uang berlembar-lembar
    hati nurani tidak bergetar
    membangun vihara sulit benar,
    tempat orang bar-bar mudah benar

    Pemilik Buddha Bar, cepat kasih kabar
    Kapan kita bisa berunding di meja bundar
    supaya masalah cepat kelar

    tokoh Buddha yang “samar”
    rupanya anda senang ke bar
    cari uang memang sukar
    tetapi jangan karena cek selembar
    mendukung mati Buddha bar

    Umat Buddha jangan gentar
    Roda Kamma pasti berputar
    Siapa yang memetik senar
    Bunyi akan terdengar

    Umat Buddha cepatlah sadar
    jangan bercerai jadi bubar
    bersatu padu lawan orang bar-bar
    dengan cinta kasih dan sabar
    supaya Buddha Bar cepat BUBAR!!!!

    Cirebon , 20 Maret 2009
    V. Iwan Suprapto

  • Pemilik Buddha Bar Tantang Pemrotes Tempuh Jalur Hukum

    Posted on March 27th, 2009 fabb 1 comment

    Kamis, 26 Maret 2009 | 13:12 WIB

    TEMPO Interaktif , Jakarta: Menghadapi protes demi protes atas beroperasinya Buddha Bar, pemilik waralaba asing itu menantang agar masalah ini diselesaikan melalui jalur hukum. “Biar hukum yang memutuskan kami salah atau tidak,” kata juru bicara Buddha Bar Hasdur Hasan Rani Rabu (25/3). Menurut dia, apapun keputusan hukum semua pihak harus mematuhi, termasuk pihak yang anti Buddha Bar.

    Hal senada disampaikan oleh Ketua Dewan Pembina Generasi Muda Buddhis Indonesia (Gemabudhi) Lieus Sungkharisma. Menurut dia, aksi protes terhadap penggunaan nama Buddha tidaklah berdasar. “Ini jelas dipolitisir,” ujarnya.

    Oleh karena itu, ia meminta agar umat Buddha yang menolak tidak melakukan unjuk rasa. “Silahkan tempuh jalur hukum,” katanya. Ia menganggap demo seperti ini bisa menakuti-nakuti pengusaha yang ingin melakukan investasi. “Mereka sudah keluar uang banyak, terus diminta tutup. Nanti pengusaha takut untuk berinvestasi karena tidak ada kepastian hukum,” ujarnya.

    Hasdur mengatakan pihaknya justru berniat baik dengan membantu merawat gedung bersejarah yang digunakan sebagai Buddha Bar. PT Niresta Vista Creative sebagai penyewa gedung malah sudah menggucurkan dana sebesar Rp 100 Miliar untuk mendirikan bar itu.

    Dengan investasi sebesar itu, Buddha Bar diperkirakan baru bisa meraih untung setelah 7 hingga 10 tahun beroperasi. “Sedangkan sewa kami hanya lima tahun,” kata hasdur. Dengan adanya demo yang menuntut Buddha Bar tutup berarti mengancam investasi mereka. “Untuk melakukan investasi serupa kami jadi ragu,” ujarnya. Buddha bar sendiri diresmikan oleh Gubernur Fauzi Bowo pada 24 November 2008.

    Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Arie Budiman berpendapat sama. Menurut dia, untuk merawat gedung-gedung tua tak ada cara lain selain menggandeng pihak swasta. “Kalau ingin bertahan harus dikelola secara komersial,” katanya. Dari segi prosedural, lanjut dia, Buddha Bar sudah benar. “Kalau ada yang protes, tempuh jalur hukum saja,” ujarnya.

    Sementara itu, Sekretaris Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jakarta Nurmansjah Lubis mengatakan masalah nama Buddha Bar bukanlah kewenangan mereka. Artinya dewan tak bisa menuntut penutupan bar itu hanya karena penggunaan nama yang dianggap melecehkan agama Buddha itu. “Kami hanya menelusuri awal penggunaan heritage ini sebagai restoran,” ujarnya.

    SOFIAN

    Sumber:
    http://www.tempointeraktif.com/hg/jakarta/2009/03/26/brk,20090326-166668,id.html

  • Versi Buddha Bar Tanpa Embel Buddha

    Posted on March 25th, 2009 fabb No comments

    Buddha Bar tanpa Embel Buddha

    Buddha Bar tanpa Embel Buddha

    Dapat informasi dari salah satu Friends dari Facebook (Garry Chandra) kalau di Singapore ada versi Buddha Bar tanpa embel Buddha. Silahkan dicek web site bar tersebut di:

    http://www.lifebrandz.com/brands/barfly.html

    Sebagai informasi: Merk Buddha Bar di Singapore tidak diperbolehkan. Dan Buddha Bar hanya ada di Indonesia, negara Pancasila.