-
Buddha-Bar KALAH (diTolak)
Posted on September 14th, 2009 No commentsNamo Buddhaya…
Rekan-rekan seDharma,
Puji dan Syukur kita panjatkan kepada Sanghyang Adi Buddha (Tuhan Yang Maha Esa). Perkara PTUN yang ke-2 memutuskan Buddha Bar KALAH (Ditolak).
FABB akan mengadakan syukuran sederhana di restoran Padmanadi pada hari Selasa tanggal 15 September 2009 jam 18 dengan ini mengundang Tokoh, Aktifis dan Pendukung untuk hadir.
Konfirmasi kehadiran bapak dan ibu ke Ibu Irma dengan no kontak 0818-876970.
(Tolong di Forward informasi ini ke milis lainnya)
Salam Metta,
FABB -
Buddha Milik Kita Semua
Posted on April 2nd, 2009 12 commentsBuddha Theravada tidak berhak untuk protes karena Patung Buddha yang ada di Buddha Bar adalah Buddha beraliran Mahayana - Liues Sungkharsima (Dewan pembina Gemabudhi)
Namo Sanghyang Adhi Buddhaya
Namo Buddhaya Tatagatahya
Namo Bodhisatvaya MahastvayaSalam sejahtera untuk kita semua umat Buddha di Indonesia…
Sungguh sangat tragis kondisi yang menimpa kita umat Buddha Indonesia, saat kondisi kita secara internal masih perlu berbenah baik dalam hal kuantitas dan kualitas, kita malah dihadapkan pada konflik internal yang hanya di cangkoki oleh beberapa oknum mahluk (manusia-manusia) yang mungkin saja KTP nya Buddhis tapi bukan beragama Buddha. Beragama Buddha berarti tahu esensi ajaranya, tahu sifat ke-universalannya dan cara berfikir kita yang melihat sesuatu dengan penuh perhatian dan apa adanya.
Beberapa waktu yang lalu media dan umat Buddha di Indonesia dan bahkan di seluruh dunia, dan semua makhluk di semua dimensi alam kehidupan (Bhumi) di kagetkan dengan release di Media tentang statement yang utarakan oleh Liues Sungkharsima (Dewan pembina Gemabudhi), yang konon orang ini berprofesi sebagi broker terkenal dengan trak record yang lumayan buruk baik di kalangan umat Buddha dan di kalangan masyarakat, serta beberapa tokoh seperti Budiman Sudharma, Ronny dan oknum anggota Sangha yang secara sadar dan tidak sadar (haha..Anggota Sangha bukanya selalu membina kesadaran ya?) telah berkontribusi untuk “PRO” dengan keberadaan Buddha Bar yang sudah sangat jelas-jelas suatu penghinaan, penistaan terhadap agama Buddha.
Salah satu Pendapat Lieus yang mungkin anak sekolah minggu saja tertawa kalu membacanya yaitu Umat “Buddha Theravada tidak berhak untuk protes karena Patung Buddha yang ada di Buddha Bar adalah Buddha beraliran Mahayana”. Sungguh Kerdil dan ceteknya pemahamam seorang Ketua Dewan Pembina Gemabudhi ini (pantesan Organisasinya gak bisa berkembang) tentang Buddha dan Ke-Buddhaan. Tidak ada satu doktrin pun yang mengatakan bahwa Buddha punya “aliran” (kalau aliran duit kali si Lieus paham?). Esensi dari Tubuh Buddha adalah satu yaitu “Tubuh Kebenaran” “Nirmanakaya”, jadi apapun bentuk tubuh Buddha dalam sebuah Rupang (patung) bukan merupakan pembedaan, agama Buddha di Indonesia adalah satu!
So, apabila Patung berukirkan Thailand (Theravada) di pajang di Panti Pijat sebagai ornamen, apakah umat Buddha Mahayana, Tantrayana, Maitreya, Kasogatan, Niciren, TriDharma, dll gak berhak protes? Apakah sense bagi seorang Buddhis hanya diukur dari simbol patung? Keliru, Lius Sungkharisma dan Gemabuddhi harus banyak-banyak baca Sutta, dan Sutra sebelum release ke Media agar terkesan lebih intelektual. Malu dong, seorang tokoh seperti anda berbicara tanpa landasan teoritis dan empiris yang lengkap.
Umat Buddha khususnya Theravada berhak Protes kepada Liues Sungkharisma, karena dengan pendapatnya seolah-olah menyempitkan pandangan kita tentang agama Buddha secara nasional. Satu simbol agama Buddha di Lecehkan berarti pukulan bagi semua elemen Buddhis (*kecuali Gemabudhi). Hukum karma pasti berlaku, Kerap kali renungkanlah “Dhammaniyama” siapa yang menabur, dia yang memetik.
Buddha Bar Harus Tutup atau Ganti Nama!
Kalau tidak di Negeri Ini, hukum telah padam. Tidak ubahnya seperti Hukum Rimba dengan Power Show-off.
Terus Berjuang FABB.
Para Bodhisatva, Para Dewa pasti mendukung kita yang membela kesucian…Saddhu..saddhu…saddhu…
Om Ah Hum
Namo AmithabaPendukung FABB
-
Budha Bar
Posted on March 27th, 2009 No commentsBudha Bar ..oh Buddha Bar..
Buddha Bar adalah sebuah BAR
tempat orang melepas lapar
ada minuman pelemah sadar
tempat ngumpul orang bar barBuddha Bar..oh Buddha Bar,
Bikin umat Buddha jadi gusar
Karena simbol Guru Yang Tersadar
ada di tempat orang bar-barPara pejabat tolong donk sadar
jangan karena uang berlembar-lembar
hati nurani tidak bergetar
membangun vihara sulit benar,
tempat orang bar-bar mudah benarPemilik Buddha Bar, cepat kasih kabar
Kapan kita bisa berunding di meja bundar
supaya masalah cepat kelartokoh Buddha yang “samar”
rupanya anda senang ke bar
cari uang memang sukar
tetapi jangan karena cek selembar
mendukung mati Buddha barUmat Buddha jangan gentar
Roda Kamma pasti berputar
Siapa yang memetik senar
Bunyi akan terdengarUmat Buddha cepatlah sadar
jangan bercerai jadi bubar
bersatu padu lawan orang bar-bar
dengan cinta kasih dan sabar
supaya Buddha Bar cepat BUBAR!!!!Cirebon , 20 Maret 2009
V. Iwan Suprapto -
Apa Kabar Indonesia Malam
Posted on March 17th, 2009 No commentsStasiun: tvone
Acara: Apa Kabar Indonesia (Malam)
Topik: Buddha Bar
Tanggal: 16 Maret 2009 -
Apa Kabar Indonesia Pagi
Posted on March 17th, 2009 No commentsStasiun: tvone
Acara: Apa Kabar Indonesia (Pagi)
Tanggal: 16 Maret 2009
Topik: Buddha Bar -
Ketua DPRD DKI: Buddha Bar Harus Ditutup
Posted on March 10th, 2009 No commentsSelasa, 10 Maret 2009 | 18:26 WIB
JAKARTA, SELASA — Polemik atas pengoperasian Buddha Bar di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, mendapat tanggapan keras dari Ketua DPRD DKI Jakarta Ade Surapriyatna. Dia mendesak Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo segera menutup operasional tempat hiburan yang menggunakan simbol keagamaan itu.
“Saya akan bicara secara lisan dulu dengan Gubernur agar operasional bar itu ditutup dulu karena ini menggunakan simbol keagamaan,” jelas Ade, Selasa (10/3).
Selain kepada Gubernur, Ade juga berencana membahas masalah kehadiran dan pengoperasionalan Buddha Bar ini dalam rapat pimpinan (Rapim) DPRD DKI Jakarta.
“Ini bukan persoalan bisnisnya, tapi sudah menyangkut pelecehan terhadap salah satu agama yang harus cepat direspons,” ucap Ade.
Dia juga meminta agar pemilik tempat hiburan itu segera menurunkan simbol-simbol agama yang ada di lokasi tersebut.
“Setelah simbol keagamaan dicabut, silakan bar tersebut operasi kembali setelah memenuhi persyaratan perizinan,” ucap Ade.
Ade menjelaskan, Kamis (5/3) biksu dan umat Buddha menemui pimpinan DPRD DKI Jakarta. Kepada Ade yang menerima mereka, biksu dan umat Buddha meminta Buddha Bar ditutup sebelum mengganti nama.
Dalam pertemuan itu, Ketua Forum Anti-Buddha Bar Kevin Hu, seusai diterima pimpinan dewan, mengatakan, penggunaan nama agama untuk bisnis yang tidak sejalan dengan ajaran agama jelas sangat meresahkan umat Buddha. Nama itu ada dalam kitab Buddha dan umatnya jelas menolak nama Buddha dipakai untuk bar yang konotasinya sudah negatif.
Dalam kesempatan itu, Ketua Sangha Mahayana Indonesia (SMI) Guna Badra juga mengatakan, penggunaan kata “Buddha” untuk bar itu merupakan bentuk pelecehan terhadap agama Buddha.
Menurut Kevin, nama Buddha Bar hanya ada satu di Asia, yakni di Jakarta. Bisnis asal Perancis ini seharusnya menggunakan nama yang disesuaikan dengan budaya negara setempat. “Jangan bawa-bawa nama agama untuk bisnis yang konotasinya jelek. Jelas ini penistaan dan penodaan terhadap Agama Buddha,” tandas Kevin.
Rapim
Politisi dari Fraksi Partai Golongan Karya ini mengatakan, pengoperasian tempat hiburan ini akan diangkat dalam Rapim dewan. “Dalam Rapim tidak akan membahas soal bisnisnya, tetapi yang akan diangkat terutama menyangkut prinsip bukan teknis, apalagi sudah ada keluhan dari berbagai komponen umat Buddha sudah menyampaikan resmi ke DPRD karena dalam bisnis sudah menggunakan simbol-simbol agama,” jelas Ade.
Apa yang akan ditempuh DPRD jika Gubernur tidak berani mengambil tindakan tegas menutup bar yang menggunakan symbol agama? “Saya kira Gubernur juga mengerti bahwa persoalan ini bukan menyangkut teknis tapi persoalan non teknis,” tambah Ade.
PIN
Sumber:
http://www.kompas.com/read/xml/2009/03/10/18262113/ketua.dprd.dki.buddha.bar.harus.ditutup -
Peta Lokasi Buddha Bar
Posted on March 1st, 2009 No commentsAlamat Buddha Bar
Jl Teuku Umar 1, Menteng
10350 Jakarta
Tel: +62 21 3900899
Fax: +62 21 3900896www.buddha-bar.co.id
info@buddha-bar.co.idPeta Lokasi Buddha Bar





Recent Comments