Forum Anti Buddha Bar
RSS icon Email icon Home icon
  • FABB Minta Capres/Cawapres Bahas Toleransi Beragama

    Posted on June 22nd, 2009 johny No comments

    Jumat, 19 Juni 2009 22:23 WIB

    JAKARTA–MI: Forum Anti Buddha Bar (FABB) yang terhimpun dari berbagai organisasi Buddhis dan perorangan meminta agar dalam debat kandidat putaran kedua (23/6) mendatang semua calon presiden dan calon wakil presiden (capres/cawapres) membahas pentingnya kedamaian dan toleransi beragama.

    “Saya melihat capres/cawapres tidak pernah menyinggung masalah toleransi beragama padahal itu sangat penting,” kata Ketua Sangha Theravada Buddha Indoneia, Romo Surya, di Jakarta, Jumat (19/6).

    Pernyataan Romo Surya tersebut diungkapkan saat pertemuan antara tokoh agama, dan para intelektual yang digagas FABB.

    Pertemuan itu dihadiri sejumlah tokoh agama di ibukota seperti tokoh NU KH Said Agil Siradj, Jimly Asshiddiqie (pakar hukum tata negara), J. Kristiadi (pengemat politik) Masdar Mas’ud,(tokoh lintas agama), dan Yudi Latif (pengamat politik muda dari Universitas Paramadina).

    Adapun makna pertemuan tokoh agama dan para intelektual itu adalah bermaksud untuk mencari titik perdamaian terkait simbol Buddha Bar yang digunakan salah satu perusahaan di ibukota.

    Ia mengatakan, umat Buddha selama beberapa bulan terakhir ini menuai kontroversi dan polemik terkait adanya simbol Buddha Bar yang digunakan salah satu perusahaan restoran yang menjual minuman beralkohol.

    Simbol Buddha Bar tersebut, membuat emosi umat Buddha yang seakan-akan difitnah karena perusahaan itu tetap menggukan simbol-simbol Buddha.

    Padahal perusahaan itu sudah pernah ditegur terkait maksud dan makna menggunakan simbol dan ornamen yang bisa merusak hubungan antara umat beragama.

    Ia meminta kepada capres/cawapres untuk memberi solusi dan sekaligus teguran kepada pihak perusahaan untuk tidak lagi menggunakan simbol Buddha Bar pada perusahaan komersial itu karena dianggap tidak etis.

    Keinginan umat, kata Romo, tidak ingin melakukan hal-hal yang bertentangan dengan ajaran agama sebab Buddha adalah agama yang damai, sempurna dan tidak ingin ada bentuk kekerasan.

    “Dari apa yang saya amati, tidak ada caprres/cawapres yang membahas persaolan itu. Oleh karena itu, kami minta agar persoalan Buddha Bar tidak meluas, capres/cawapres bisa memberi ketegasan agar perusahaan itu tidak menggunakan simbol-simbol agama di dalam perusahaannya,” katanya. (Ant/OL-04)

    Sumber:

    Leave a reply