-
Demonstran Anti-Buddha Bar Serukan Boikot Carrefour
Posted on March 31st, 2009 No commentsSenin, 30 Maret 2009 | 14:25 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Sebagai protes terhadap Pemerintah Prancis, demonstran penolak Buddha Bar menyerukan boikot terhadap produk Prancis. Koordinator aksi Eko Nugroho mengatakan seruan boikot ini karena kekecewaan mereka terhadap franchise atau waralaba asal Prancis termasuk Buddha Bar. “Waralaba lain seperti Carrefour juga jangan diakomodasi,” kata Eko, Senin (30/3).
Oleh karena itu, mereka meminta agar orang Indonesia, umat Buddha khususnya, untuk tidak berbelanja di Carrefour. Dia berharap pemerintah Prancis dapat menekan pengusaha pemilik Buddha Bar agar menutup usaha mereka.
Perwakilan demonstran sempat diterima oleh Jean Yves Roux dari Kedutaan Besar Prancis. Menurut Eko, pihak Kedutaan mengerti penolakan Buddha Bar di Indonesia. Namun, pemerintah Prancis tidak mempunyai kuasa untuk mencabut waralaba Buddha Bar. “Mereka menyarankan kami untuk membawa masalah ini ke sidang internasional,” kata Eko.
Menurut dia, Buddha Bar telah melanggar aturan World Trade Organization tentang waralaba. “Jika satu negara merasa tidak sesuai atau cocok dengan suatu franchise, bisa menolak,” katanya. Karena itu, Eko berencana membawa masalah ini ke Perserikatan Bangsa-Bangsa. “Kami sedang mempelajari aturan internasionalnya,” katanya.
Hari ini, sekitar 1000 demonstran berbagai organisasi lintas agama yang tergabung dalam Kesatuan Umat Beragama Anti-Buddha Bar kembali menggelar demo di berbagai lokasi. Unjuk rasa berlangsung di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jakarta, Jalan Kebon Sirih, lalu di Kedutaan Besar Perancis, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.
Setelah itu, mereka menuju kantor Dinas Pariwisata dan Budaya di Mampang, Jakarta Selatan. Sore nanti, mereka akan datang berunjuk rasa di Buddha Bar, Jalan Teuku Umar Nomor 1, Menteng.
SOFIAN
Sumber:
http://tempointeraktif.com/hg/layanan_publik/2009/03/30/brk,20090330-167258,id.htmlLeave a reply



Recent Comments