Forum Anti Buddha Bar
RSS icon Email icon Home icon

Fabb Indonesia's Profile
Fabb Indonesia's Facebook profile

  • DEMO AKTIVIS FABB DI PENGADILAN NEGERI JAKARTA BARAT

    Posted on April 9th, 2010 fabb No comments

    Tanggal 7 April 2010 kemaren sejumlah aktivis buddhist bertempat di gedung pengadilan jakarta barat bertepatan dengan mediasi yang dilakukan oleh pihak buddha bar ….. dengan dipimpim korlap ichsan acara ini berlangsung selama 2 jam dan 4 orang utusan dari pihak pendemo diterima oleh humas pengadilan negeri. Dalam kesempatan yang sama FABB mendapat dukungan  yang datang dari LSM spt PMMTI (Persatuan Muda Mudi Tionghoa Indonesia) dan sejumlah utusan perorangan dari berbagai lapisan masyarakat dari yang non buddhist.

  • KEBAKTIAN CENGBENG DI BUDDHA BAR JAKARTA

    Posted on April 9th, 2010 fabb No comments

    Mulai tanggal 3 April akan diadakan kegiatan rutin di buddha bar, awalnya kemaren sdh diadakan kebaktian perdana dgn mengambil tema CENG BENG alias sembayang kubur …. dimana di altar terpampang gambar seorang tokoh di balik buddha bar dgn inisial DF untuk tgl 10 besok juga ada kebaktian mari kita ramaikan acaranya …… tutup buddha bar ….. ganti namanya dan keluarkan ornamen dr dalam

  • Press Release 1 April 2010: Anggota Dewan Dukung FABB Aksi Nyata

    Posted on April 1st, 2010 fabb No comments

    PRESS RELEASE

    FORUM ANTI BUDDHA-BAR (FABB)

    Jakarta, 1 April 2010

    Anggota DPR Dukung FABB Lakukan Aksi Nyata

    Anggota Komisi III DPR RI Drs. Eddy Sadeli SH mendukung langkah umat beragama, terutama yang tergabung dalam Forum Anti Buddha Bar (FABB), untuk melakukan serangkaian aksi guna meminta pemerintah agar menghentikan penggunaan nama Buddha-Bar (BB) dan symbol-simbol agama oleh PT Nireta Vista Creative (NVC) di tempat hiburan malamnya .

    Dukungan ini disampaikan saat sejumlah tokoh dan pegiat FABB menemui Eddy di ruang kerjanya di gedung DPR RI, Senayan, Kamis (1/4) pagi. Di antara tokoh yang hadir adalah Bpk Sugianto (Koordinator Tim Hukum FABB), Kevin Wu (Koordinator FABB), Sukman (Ketua Umum Hikmahbudhi), Romo Sumedho (Magabudhi), Bpk Soenarjo (Tokoh Lintas Agama), dan lain-lain.

    Menurut Eddy, perjuangan umat beragama untuk menghentikan penggunaan nama & symbol-simbol agama di hiburan malam Buddha-Bar oleh PT NVC tidaklah mudah, karena selain si empunya perusahaan tersebut, merupakan salah seorang pengusaha sukses yang dekat dengan para penguasa negeri ini dan anggota Dewan, juga karena saham PT NVC diduga dimiliki oleh anak-anak petinggi negeri ini.

    “Karena posisi perusahaan itu yang kuat, seluruh umat beragama harus benar-benar fight, harus mengerahkan segala kemampuan dan sumber daya yang ada,” katanya.

    Politisi Partai Demokrat ini mengaku mendukung penuh langkah FABB yang telah melaporkan PT NVC ke Polda Metro Jaya pada 11 Maret 2009. Namun menurutnya, selain upaya hukum, hendaknya juga dibarengi aksi nyata yang intensif.

    “Buat saja aksi-aksi yang rutin dan kontinyu. Misalnya, setiap malam minggu mendatangi BB di Jl Teuku Umar No 1, Menteng, Jakarta Pusat, sambil membanwa spanduk atau poster yang salah satunya berukuran besar, kemudian membaca doa di sana. Setelah selesai, lakukan long march ke Balaikota DKI Jakarta di Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, dan kemudian ke Departemen Agama, di kawasan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Mudah-mudahan dengan upaya yang tanpa henti seperti ini, hati pihak-pihak yang terkait dengan eksistensi hiburan malam Buddha Bar hingga saat ini, terketuk dan nama BB tidak digunakan lagi,” imbuhnya.

    Namun demikian Eddy juga meminta agar selain menempuh jalur hukum dan aksi nyata, umat beragama harus berjuang melalui jalur diplomasi. Caranya, melapor ke Komisi III dan Komisi IX DPR agar komisi yang membidangi masalah hukum dan agama ini memperjuangkan aspirasi umat beragama dengan melakukan lobi-lobi kepada pemerintah dan pihak terkait.

    “Sejujurnya, saya juga prihatin dengan keberadaan BB. Karenanya, agar umat beragama tidak kian resah, masalah ini harus diselesaikan dengan sebaik-baiknya,” tegas dia.

    Koordinator FABB Kevin Wu mengakui, hingga kini tindakan pemerintah dalam menindaklanjuti protes umat beragama atas eksistensi hiburan malam Buddha-Bar, terasa masih sangat lamban. “Kami melapor ke Polda pada 11 Maret 2009, tapi hingga kini kasusnya belum juga diproses ke pengadilan. Padahal sebagai pelapor, kami sudah dimintai keterangan hanya dalam waktu 2-3 hari setelah LP (laporan) dibuat, dan para terlapor pun, seperti Pemilik & Direktur BB, menurut penyidik Polda, juga telah dimintai keterangan,” katanya.

    FABB berharap pemerintah berhati nurani dan bijak dalam menangani kasus pelecehan dan penghinaan terhadap umat beragama ini, karena meski Nama dan Simbol-simbol agama Buddha dan Hindu yang digunakan oleh hiburan malam Buddha-Bar akan tetapi ini merupakan ujian keseriusan Pemerintah untuk melindungi hak-hak seluruh umat beragama di Indonesia. “Harusnya Pemerintah Daerah maupun Pusat lebih membela kepentingan dan kehormatan Umat Beragama dari pada kepentingan bisnis asing yang berpotensi mengoyak-ngoyak keutuhan dan kerukunan beragama di tanah air. Oleh karena itu mulai tanggal 3 April ini, kami akan menggalang Aksi Keprihatinan di depan hiburan malam Buddha Bar setiap Sabtu Malam sampai Pemerintah menutup hiburan malam ini” tuturnya.

    ***

    Demikianlah press release ini dibuat. Atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih sebesarnya-besarnya.

    Semoga semua makhluk hidup berbahagia,

    Kevin Wu

    Koordinator FABB

    Untuk informasi dan keterangan lebih lanjut silahkan hubungi:

    Sdr. Sukman: 085239754268

    Sdr. Eko Nugroho: 087878497340